#SahabatKPK!,
“DERITA DOSEN, DERITA ANOA MAMUJU, SULBAR!?”
[SURAT TERBUKA PUANG ANOA KAB. MAMUJU, SULBAR.]
No. 016/Fabjour/VII/2026
Dikeluarkan dari: Pedalaman Hutan Kondobulo, Kab. Mamuju, Sulawesi Barat.
The President Fabelism Journalism (FABJOUR)
Cc. Para Menteri Terhormat:
- Om Lumba (Menteri Kelautan & Diknas asal Lovina, Bali)
- Nyonya Kurakuri (Menteri Pemberdayaan Perempuan & Anak asal Kep. Nias)
- Bro Rangkong (Menteri Pemberdayaan Desa Tertinggal Banget asal Sulawesi) [5]

Bismillahirahmanirahiim, Assalamualikumwrwb.
Salam Mandar, Salam Antikorupsi!
Saya, bernama Ny. Anoawati Mamuju, SH,MH. Atau cukup dipanggil PUANG ANOA, satwa pemalu namun ber-KTP sah di Hutan Kondobulo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menulis surat ini dengan amarah yang menggelegak di dalam tanduk saya! Saya bukan dosen, bukan pula guru, tapi saya adalah juru bicara dari sunyinya jeritan hati para pendidik di belantara Indonesia yang hak-hak hidupnya ditahan oleh ketamakan manusia-manusia berdasi di pusat kota. Gelar SH dan MH pun sepenuhnya dari bea siswa kampus LN.
SATU: Jeritan Anoa yang Tersisih di Rimba Sendiri
Tahukah Miss Pussy Noni? Populasi bangsa kami, Anoa, di seluruh Pulau Sulawesi diperkirakan tersisa kurang dari 2.500 ekor saja. Di bumi Sulawesi Barat, moncong kami hanya sesekali mengendus tanah di kawasan Gandang Dewata atau bersembunyi ketakutan di hutan Bonehau dan Kondobulo, Mamuju, akibat habitat kami dijarah proyek perkebunan dan tambang.

Perhatian pemerintah? Alamak, nihil! Kami diburu dan dibiarkan punah perlahan. Kami bahkan menyimpan rasa cemburu yang mendalam. Kabupaten Mamuju ini aneh, kami satwa endemik asli yang tangguh, namun simbol utama yang digunakan adalah perahu tradisional Kulubelang dan enam perisai, bukan berupa gambar hewan. Kami seperti orang asing di rumah sendiri!,namun akhirnya kami sadar tidak boleh egois apalagi munculnya UU No.29 Tahun 1959 dan Perda No.05 Tahun 1999 yang disahkan pada 9 Agustus 1999.
Miss Pussy Noni, Nasib kami, bangsa Anoa, persis sama dengan nasib dosen di negeri manusia—sama-sama langka, dilindungi hanya di atas kertas undang-undang, tapi di lapangan dibiarkan kelaparan oleh sistem birokrasi yang egois!

DUA: Nestapa 328 Ribu Pendidik & Skandal “Laptop Sayur” Chromebook!
Sebagai pengembara rimba, saya memegang data konkret. Saat ini, ada 328.241 dosen di republik ini yang sedang mengurut dada. Sebanyak 169,6 ribu dosen terjebak di PTS dengan upah minim, dan 98,1 ribu dosen di PTN harus bertahan di tengah ketidakpastian jaminan upah layak. Hasil Riset Kesejahteraan Dosen menunjukkan 42,9% dosen di Indonesia digaji di bawah Rp3 juta/bulan. Ironisnya, banyak dari mereka terpaksa terjerat Pinjol demi menutupi biaya riset mandiri, transportasi, kebutuhan rumah tangga, membeli buku, hingga susu anak!
Di saat para dosen dan guru di daerah mengencangkan ikat pinggang, para tikus berdasi di Jakarta justru asyik berpesta pora di atas Skandal Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook senilai Rp2,18 triliun!. Bahkan kami baru paham , setelah Kejaksaan Agung membongkar bahwa harga asli laptop murah itu hanya Rp5 juta sampai Rp7 juta per unit, tapi di-mark up gila-gilaan hingga bernilai Rp10 juta lebih per unitnya!

Ironisnya, laptop-laptop bermerek Chrome OS itu dikirim ke wilayah 3T;tertinggal, terdepan, dan terluar tanpa analisis kebutuhan riil. Di pelosok Mamuju dan Sulbar, laptop-laptop itu berubah wujud menjadi “laptop sayur” alias pajangan meja yang mangkrak karena tidak ada sinyal internet! Proyek digitalisasi bernilai triliunan rupiah dikorupsi massal, sedangkan anggaran untuk membayar kesejahteraan pendidik riil di lapangan selalu dibilang “beban negara”!
TIGA: Tragedi Kelaparan Pesisir Mamuju & Tukin 4 Tahun yang Dicuri
Lebih spesifik untuk perhatian Om Lumba (Diknas) dan Bro Rangkong (Desa Tertinggal). Di Provinsi Sulawesi Barat ini, ada 1.469 dosen yang mengabdi, dan di Kabupaten Mamuju ada 245 dosen yang bertahan hidup dengan gizi minimal.
Apakah kalian tahu tragedi nyata di sini? Ratusan dosen di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) sampai harus patungan uang seadanya, naik kapal laut kelas ekonomi membelah ombak menuju Jakarta demi berdemo di Istana Negara! Mengapa? Karena Tunjangan Kinerja (Tukin) mereka diutang dan tidak dibayar oleh negara selama 4 tahun (2020-2024)!
Bagaimana Nyonya Kurakuri bisa tenang tidur di Nias, jika ibu-ibu dosen di Mamuju harus memeras otak mencari pinjaman beras ke tetangga karena hak suaminya ditahan oleh birokrasi pusat? Uang triliunan untuk beli laptop Chromebook korupsi bisa cair sekejap mata, tapi hak perut dosen di Sulbar justru digantung bertahun-tahun dengan alasan kelalaian administrasi!

[ini foto aku usai rapat dengan para dosen seluruh Indonesia, cantik kan?]
EMPAT: Harapan Tanduk Anoa dari Hutan Mamuju
Melalui surat kilat ini, kami bangsa Anoa dan para dosen menitipkan tuntutan mutlak kepada Kabinet FABJOUR:
- Sikat Mafia Pendidikan: Seret semua oknum koruptor pengadaan IT dan Chromebook yang sudah memakan hak anak-anak dan pengajar di daerah 3T.
- Bayar Utang Kesejahteraan: Segera rampungkan seluruh sisa pembayaran hak Tukin dosen di daerah tanpa potongan sepeser pun. Jangan jadikan keringat pendidik sebagai investasi utang tanpa bunga bagi negara!
- Hargai Manusia, Bukan Merek: Berhentilah bangga membagikan jutaan gawai/produk ‘canggih’ ke daerah jika perut gurunya kosong dan infrastruktur internetnya masih purbakala!
Jika manusia-manusia di parlemen sana takut bicara karena takut kehilangan kursi jabatan, maka biar saya, PUANG ANOA, yang akan memimpin ribuan anoa mengambil alih semuanya. Terima kasih kepada koranjokowi.com dan & #SahabatKPK! yang berkenan menayangkan ‘Curhat mamah dedeh ini.
“Di sanga to barani, Bukan pahlawan/kesatria sejati bila harus ada keris terselip di pinggang, karena keadilan dan kebenaranlah yang utama.“. Demikian mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan. Wasswrwb.
Ikan hiu muter-muter, see you later.
Kab.Mamuju, Tgl. 28 Juli 2026.
Salam Fabelist,
PUANG ANOA
(Juru Bicara Akar Rumput Rimba Mamuju)
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto,ist




“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“DISAAT MANUSIA BINGUNG DAN TAKUT BICARA TENTANG ANTIKORUPSI MAKA HEWAN AKAN AMBIL ALIH!”

CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Selasa, Tgl. 29 Juli 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
Ikan Hiu muter – muter, See U Later!



https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/


===============
#SahabatKPK!, “Nasib Pussy & Bruno, Karena Mr.Smile Kena OTT-KPK!?”
#SahabatKPK!, “TARZAN SIAP BENAHI HUTAN BETON DI 4 DAERAH !?”
- #SahabatKPK!, “ BUKAN SEKEDAR AWAS ANJING GALAK!”
- Rigel,B. #SahabatKPK!, “PENYU MALUKU VS RUMPON ILEGAL!”
- A.Luthfi/Edo, Cianjur #SahabatKPK!, “1000 CERITERA GN.GEDE PANGRANGO, CIPANAS – JABAR!?”
- #SahabatKPK!, “TARZAN SUNDA & PLTP CIPANAS?” (1)
- Ali Monang, Mawardi. #SahabatKPK!,”IBADAH MELALUI PENA RELAWAN!”
- PRESS RELEASE:: #SahabatKPK! “PLTP CIPANAS JAWA BARAT WAJIB MEMENUHI ‘ENAM RANTAI EMAS MENUJU SUKSES PLTP CIPANAS’”
- S,Yusup,S. Jatim #SahabatKPK!, “MENGAPA PEREMPUAN JUGA KORUPSI ?”
- #SahabatKPK!,”FABELISM JOURNALISM (FABJOUR), ITU APA KAK!?”
- Sinto, NTT. #SahabatKPK!, “HEWAN DALAM LENSA NASRANI”
- #SahabatKPK!, “TARZAN SIAP BENAHI HUTAN BETON DI 4 DAERAH !?”
Be the first to comment