Iyyas Subiakto (2), ” Surat Terbuka & Ketum PDIP Sudah 2 Kali Kalah Nyapres “

Iyyas Subiakto (2),

” Surat Terbuka & Ketum PDIP Sudah 2 Kali Kalah Nyapres “

Koranjokowi.com, OPini:

Awalnya saya ragu apakah ini benar tulisan dari relawan senior Iyyas Subiakto namun setelah crosscheck kesana kemarin terjawab sudah memang ini lahir dari tulisannya. Sosok Iyas bagi saya adalah sosok independen yang sarat dengan ‘karet 3, cukup pedas – terbuka namun proporsional’ , tidak membabi buta. IJin sedikit ada ef=dit namun tidak mengurangi kualitas tulisannya, senior Iyyas. Berikut salah-satunya

Kepada Yang Mulia dan Terhormat. Kharismatik, Cerdas dan Cantik.
IBU MEGAWATI SOEKARNO PUTRI.
Ketum PDIP.
Di Jakarta.*

Dengan segala hormat,

Berikut kami sampaikan dua video dari anak buah ibu yg telah membuka siapa PDIP yg selama ini begitu jumawa sebagai partai wong cilik. Begitu jumawanya sampai Ibu pernah mengatakan bahwa presiden terpilih Pak Jokowi adalah petugas partai dan patut dikasihani kalau tidak ada PDIP tidak bisa jadi presiden.

Statement itu sudah gamblang menunjukkan siapa Ibu sebenarnya. Letakkan hatimu didepan lidahmu kata nabi Muhammad. Artinya orang2 yg hanya menjulurkan lidahnya tanpa perenungan, maka dapat dipastikan orang itu rendah mutunya, karena jauh dari ketawadu’an. Dan lehernya akan dililit oleh lidahnya kelak. Lilitan itu sudah mulai terlihat sekarang.

Kami tidak akan menyoroti pribadi Ibu lebih lanjut karena itu is Yourself. Sayangnya kelemahan kepribadian itu memayungi PDIP yg Ibu pimpin, partai ini eksis di masyarakat walau manfaatnya masih tersekat.

Hanya tingkat hubungan emosional masyarakat yg kurang rasional kepada Bung Karno, mereka tidak bisa memisahkan antara Bung Karno dan keturunan Bung Karno, ini jelas beda karena masalah kualitas dan integritas.

Ukurannya dan faktanya Ibu dua kali nyapres kalah Mulu. Harusnya itu sudah menjadi dasar siapa sejatinya Ibu Dimata rakyat Indonesia, bukan Dimata anggota PDIP.

Dasar itu juga yg dipakai Bpk. Pande Nababan politikus gaek PDIP mengomentari ramainya rencana Puan utk nyapres. Pak Pande mengatakan: emaknya saja dua kali kalah nyapres apalagi anaknya.

Esensi dari statement itu adalah, bahwa kualitas dibutuhkan, bukan faktor keturunan.

Mengutip quote Jhon F Kenedy, ” Saya tidak peduli siapa kakek saya, yg penting cucunya jadi apa “. Jelas ya artinya.

Saya mengkritisi ini karena saya rakyat biasa yg tidak ada hubungan emosional kepada PDIP, saya bukan Bambang Pacul atau Arteria Dahlan, yg cari makannya menjilat kepada PDIP agar terus eksis di DPR.

Kalau Pak Jokowi menjadi pilihan kami itu karena pribadinya, bukan karena PDIP nya. Pak Jokowi telah membawa berkah utk PDIP, bukan sebaliknya. Ibarat rumah besar, kami hanya mengenal Pak Jokowi, kami tidak peduli siapa pemilik rumah.

Apa kata Pak MMD bahwa korupsi saat ini melebihi zaman orba. Kalau dulu korupsi terpusat pada kroni Pak Harto yg notabene banyak di Golkar, tapi sekarang menyebar kesemua partai dan massif.

Pak Jokowi konsen memberantas korupsi dgn salah satu caranya merampas aset koruptor. Dan hal itu hrs dipayungi dgn UU, hampir 10 tahun UU itu sudah disiapkan, ternyata dgn mulut murahan BP hal itu terkuak, bahwa tidak di selesaikannya UU karena belum ada restu ketum. Dan itu jelas Megawati Soekarno Putri. Sebagai ketum PDIP, karena yg mbacot BP. Terus kami harus katakan wow begitu atas prilaku ini.

Kami ini rakyat di bawah, sesak nafas tau, dari mulai ngurus KTP, SKCK, izin usaha, SIM, semua di pungli. Belum lagi kelas kakap seperti si penyamun Alun dkk dan 349 triliun dari gang dirjen pajak. Itupun yg terkuak, yg lainnya masih buanyak.

Ibu sebagai ketum partai pemenang pemilu harus nya memotori program Pak Jokowi dalam pemberantasan korupsi bukan malah menghalangi. UU perampasan aset koruptor itu langkah masuk yg kemudian disusul dgn UU pembuktian terbalik. Semua itu harus diniati dgn baik, bukan malah di cabik.

Tidak panjang lebar kami sampaikan, ibu jawab saja statement BP yg dengan jelas UU perampasan aset koruptor menunggu titah ketum. Kalau ibu diam, maka dapat kami katakan maaf, ibu lebih rendah dari koruptor. Bobot itu sudah pantas disebut musuh negara yg sangat berbahaya.

Jadi jangan pura2.
🙏🙏🙏

Sby, 7 April 2023.
Iyyas Subiakto.

Lainnya,

Iyyas Subiakto (1), “JOKOWI EVIDEN, BUKAN AKSIDEN”

EDITORIAL

SURAT TERBUKA UNTUK KETUM PDI PERJUANGAN IBU HJ. MEGAWATI SUKARNOPUTRI (Kiranya dapat segera Mencapreskan Ganjar Pranowo)

SURAT TERBUKA UNTUK KETUM PDI PERJUANGAN IBU HJ. MEGAWATI SUKARNOPUTRI (Kiranya dapat segera Mencapreskan Ganjar Pranowo) Yth Ibu Megawati, Dalam setahun belakangan disetiap hasil survey nama  Kader PDIP, Gubernur Jawa Tengah – Ganjar Pranowo senantiasa […]

VIRAL !, Mega – Mahfud MD THn.2024. “Basa gambaranna budhi”

VIRAL !, Mega – Mahfud MD THn.2024. “Basa gambaranna budhi “ Koranjokowi.com, OPini : Nama Mahfud MD ‘menjulang tembus langit setelah kita semua melihat kiprahnya sejak kasus Sambo, Lukas Enembe hingga yang sedang viral yaitu […]

Pilpres 2024 (137), “Viral !, Ganjar – Gibran Thn.2024”

Pilpres 2024 (137), “Viral !, Ganjar – Gibran Thn.2024” Koranjokowi.com, OPini : Kemarin (3/4) memang betul ada pertemuan antara Wali Kota Surakarta – Gibran Rakabuming Raka dan  Gubernur Jawa Tengah – Ganjar Pranowo, di Puri […]

Iyyas Subiakto, JOKOWI EVIDEN, BUKAN AKSIDEN.

Tentang RedaksiKJ 3870 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan