MENTERI PAREKRAF BARU APA PAHAM JIKA ‘WISATA DESA’  ITU PRIORITAS DI PANDEMI COVID 19 INI ? – (2)

MENTERI PAREKRAF BARU APA PAHAM JIKA ‘WISATA DESA’  ITU PRIORITAS DI PANDEMI COVID 19 INI ? – (2)

KoranJokowi.com, Bandung : Sebagaimana disampaikan di edisi ke-1 lalu bahwa Presiden Jokowi demikian fokus dan ‘concern atas Pembangunan Desa Wisata di seluruh Indonesia. Maka selayaknya semua kementerian/instansi terkait mendukung beliau, jangan biarkan Kemenparekraf seolah berjalan sendiri.

Bagi Presiden Jokowi, Desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku di setiap desa. Sedangkan saat ini terdapat 75.436 desa (74.517 desa dan 919 nagari di Sumatera Barat)

Disaat para Kepala Desa ingin merealisasikan itu, terjadinya pembiaran   birokrasi / birokrat diatas level para Kepala Desa sehingga harapan itu sulit terwujud bahkan  dalam prakteknya mereka kerap di-pimpong kesana-kemari.

KoranJokowi.com ingat, pada kegiatan yang diselenggarakan Kemenparekraf RI, Akshaya Hotel, Karawang, Jumat (20/11/2020) lalu, Komisi X  meminta para Kepala desa se-Indonesia untuk bersiap membuat konsep desa wisata. Sebab, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) RI telah menyiapkan sejumlah anggaran untuk menyokong program percepatan desa wisata di seluruh Indonesia bahkan merea telah berkomitmen membuat afirmasi khusus untuk program desa wisata pada 2021

KoranJokowi.com sepakat atas hal ini karena otomatis hal ini sebagai bagian dari terobosan pengembangan ekonomi baru bagi desa-desa di seluruh Indonesia. Tidak terbayangkan wajah – wajah warga desa yang ‘sumringah untuk menjemput program ini. Anak-anak muda yang (maaf) semula pengangguran, paling tidak bisa menjadi pemandu pariwisata. Ibu-ibu yang biasanya dagang di pasar-pasar tradisional bisa jualan kuliner di desa-desa wisata tersebut, itu yang ada di pandangan kami sebagai kontrol-sosial.

Apalagi hal ini memang telah ter-amanahkan dalam UU No.6/2014 yang mengatakan bahhwa Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Break,  ….

Defenisi tersebut oleh KoranJokowi.com  pahami sebagai adanya pengakuan secara substantif tentang kedaulatan desa, bahkan secara radikal dapat dipahami sebagai pengakuan (bukan pemberian) kewenangan pemerintah pusat, dan pemerintah daerah terhadap eksistensi desa. Hal ini dipertegas dalam definisi Kewenangan Desa yang dijelaskan dalam UU. No.6/2014 bahwa kewenangan desa adalah “kewenangan yang dimiliki Desa meliputi kewenangan di bidang penyelenggaraan Pemerintahan Desa, pelaksanaan Pembangunan Desa, Pembinaan Kemasyarakatan Desa, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul dan adat istiadat Desa”

Melalui UU No. 6/2014 itu pula khususnya Permendes No.1/2015, negara telahh mengakui adanya kewenangan desa. Dimana secara eksplisit dijelaskan bahwa ruang lingkup kewenangan berdasarkan hak asal usul Desa meliputi:

  1. sistem organisasi perangkat Desa;
  2. sistem organisasi masyarakat adat;
  3. pembinaan kelembagaan masyarakat;
  4. pembinaan lembaga dan hukum adat;
  5. pengelolaan tanah kas Desa;
  6. pengelolaan tanah Desa atau tanah hak milik Desa yang menggunakan sebutan setempat;
  7. pengelolaan tanah bengkok;
  8. pengelolaan tanah pecatu;
  9. pengelolaan tanah titisara; dan
  10. pengembangan peran masyarakat Desa.

Kalau pun ada Kepala desa yang ‘gagap’ bagaimana mendapat informasi akan bantuan Pemerintah yang menyangkut Pembangunan , revitalisasi atau pengembangan wisata di desanya seharusnya ini ditanggapi serius oleh level setingkat diatasnya (Camat, Bupati bahkan Gubernur) bukan sebaliknya sebagaimana banyak terjadi selama ini.

Kepala desa punyai hak untuk mengeksplorasi atau memanfaatkan potensi yang sudah ada. Contohnya jika terdapat makam para wali, desa bersangkutan bisa membangun wisata religi, termasuk juga potensi alam, air, sungai, waduk, bendungan, gunung dsb termasuk sektor pertanian yang bisa dikonsep menjadi agrowisata.

Kepala Desa boleh memasang ‘signining (penanda), reklame atau board  setiap jarak dua kilometer arah masuk ke gerbang desa itu sudah ada signing-nya, 2 kilometer lagi misalnya dibikin narasi, Anda akan memasuki desa wisata apa, masuk lagi 1 kilometer bikin lagi itu signingnya yang kayak billboard tapi bentuknya bagus dan seterusnya.

Inilah yang Presiden Jokowi sebut dengan ‘Membangun Dari Pinggiran’ salah satunya pemberdayaan Desa wisata di seluruh Indonesia karena konsep ini otomatis akan  membangun ekosistem industri dan ekonomi kreatif.

Jadi Desanya dahulu yang dibangun, desanya yang di optimalkan baru kemudian ekonomi kreatifnya, jangan terbalik. Dan seharusnya ini menjadi komitmen awal Menparekraf  baru, Sandiaga Uno. Dan apa yang telah digagas dan dilakukan Menparekraf lama, Arief Yahya dan Whisnutama hendaknya diteruskan lebih baik oleh Sandiaga Uno.

Indonesia adalah sebuah negara yang terletak di Asia Tenggara yang dilintasi oleh Garis Khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan benua Australia serta antara Samudra Pasifik dengan Samudra Hindia. Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang banyak memiliki tempat-tempat wisata indah dan menarik yang menjadi Wisata Andalan Indonesia yang banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara , ….  yang semuanya ada ‘Di-Desa’, yang semua awalnya pun adalah milik Desa, dikelola Desa dsb. Misalnya;

1.Danau Toba (Sumatera Utara)

2.Nusa Penida (Bali)

3.Wakatobi (Sulawesi Tenggara)

4.Kepulauan Raja Ampat (Papua Barat)

5.Gunung Bromo (Jawa Timur)

6.Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur)

7.Candi Borobudur (Jawa Tengah)

8.Gili Trawangan (NTB)

9.Pantai Sorake (Nias Selatan)

0.Pantai Nihiwatu (Sumba)

1.Puncak Cartenzsatau Puncak Jaya (Papua)

2.Kepulauan Derawan(Berau, Kalbar)

3.Tebing Keraton (Bandung)

4.KEK Mandalika (NTB), dsb

Maka Kemenparekraf tahun 2021 ini harus terus ‘in-track memberdayakan Desa – desa wisata atau wisata – wisata desa yang memang belum menjadi andalan atau destinasi wisatawan. Yang ada tinggal ‘dirawat, yang belum masih tersebar di 75.436 desa , itu yang benar. Masyarakat desa tidak perlu ‘gimmick, tidak butuh teori, beri mereka kepastian sambil pembinaan dari Kemenparekraf.

Dan semua ini diawali dengan fokusnya Menparekraf  Sandiaga Uno merealisasikan Program BANTUAN INSENTIF PEMERINTAH PENAMBAHAN MODAL KERJA DAN/ATAU INVESTASI TETAP UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS USAHA/PRODUKSI PELAKU USAHA PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF TAHUN 2020 , dengan No. HK.01/2/JUKNIS/DII/2020. Khususnya bagi Pembangunan , Revitalisasi dan Pengembangan Dewa Wisata atau Wisata Desa.

Kalau bisa mudah kenapa harus dibuat sulit ?

(Red-01/Foto.ist)

-BERSAMBUNG-

https://koranjokowi.com/2020/11/07/3126/

https://koranjokowi.com/2020/11/17/watu-ambal-park-temanggung-jateng-akan-diresmikan-presiden-jokowi-kapan/

https://koranjokowi.com/2020/11/26/selamat-datang-kampoeng-seni-trisinar-kab-lampung-timur-mainkan/

https://koranjokowi.com/2020/12/06/dibangunnya-taman-wisata-terpadu-wonosari-indah-kec-sekampung-kab-lampung-timur-bukan-karena-suara-presiden-jokowi-di-pilpres-2014-2019-lalu-cukup-tinggi-disana/

https://koranjokowi.com/2020/12/06/roemah-rakjat-partukkoan-desa-sungai-raya-akan-menjadi-pilot-project-seluruh-desa-di-kab-dairi-sumatera-utara-amin/

https://koranjokowi.com/2020/12/13/gunung-boga-park-kabupaten-paser-kaltim-padu-padan-wisata-sport-infotainment-reliji-era-ibu-kota-baru-2021/

https://koranjokowi.com/2020/12/14/selamat-datang-wisata-terpadu-padang-guci-wisata-air-arung-jeram-kab-kaur-provinsi-bengkulu/

https://koranjokowi.com/2021/01/15/menteri-parekraf-baru-apa-paham-jika-wisata-desa-itu-prioritas-di-pandemi-covid-19-ini/

 

Tentang RedaksiKJ 1431 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. MENPAREKRAF SANDIAGA UNO PUN AKAN FOKUS KE DESA WISATA, "AHAHAHAHA.. !” | KORAN JOKOWI | Media Independent Relawan
  2. MENPAREKRAF SANDIAGA UNO  KENA 'SKAKMAT' BANTENG KOMISI X/DPRRI TENTANG DESA WISATA 2021-2024 !? | KORAN JOKOWI | Media Independent Relawan
  3. MENTERI SANDI BICARA DESA WISATA, PROGRAM MENTERI WHISNU KEMANA ?, "ANEH !" | KORAN JOKOWI

Tinggalkan Balasan